Agen Bola
Agen Bola

Kerjasama dengan PBSI, Jepang Kagumi Cipayung

1st February 2014 | Cat: olahraga | 489 Views | No Comments

Headline

, Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menjalin kerjasama dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang, Kamis (30/1/14).

Kesepakatan tersebut terjadi setelah pertemuan antara ketua umum PP PBSI, Gita Wirjawan, dengan Imae Sigimitsu (Wakil Ketua Umum Nippon Badminton Association), Hori Kenichi (Perwakilan Pemerintah Daerah Akita) serta Saito Eigichi (Presiden Direktur Hokuto Bank).

“Saya ucapkan selamat kepada Jepang yang menjadi tuan rumah di Olimpiade 2020. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik antar negara-negara bulutangkis di Asia,” kata Gita.

“PBSI menyambut baik kerjasama ini. Kami juga berharap Jepang dapat mengikuti langkah Indonesia dengan berpartisipasi pada Badminton Adoption Programme demi kemajuan bulutangkis di Asia,” tutur Anton Subowo, Sekretaris Jenderal PP PBSI.

Sebagai bagian dari kerjasama ini, Jepang akanakan menyediakan tempat latihan khusus untuk tim bulutangkis Merah-Putih jelang Olimpiade 2020. Jepang juga mengundang para pemain Indonesia beberapa hari jelang kejuaraan Japan Open Super Series untuk berlatih bersama di Akita, tak jauh dari Tokyo.

“Kami tak hanya ingin menjalin kerjasama di bulutangkis saja. Mungkin diawali dari bulutangkis, tapi kedepannya kami juga ingin bekerjasama dengan cabang-cabang lain. Akita merupakan salah satu daerah yang menjadi pendukung persiapan Olimpiade Tokyo 2020,” tutur Hori.

Sementara itu, Jepang mengirimkan sejumlah pemain yang tergabung dalam tim bulutangkis Hokuto Bank untuk berlatih di Pelatnas Cipayung. Pada 5 Februari mendatang, sebanyak 10 pemain putri Jepang akan mulai latihan bersama penghuni pelatnas.

Perwakilan dari Jepang juga mengunjungi tempat Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Cipayung dan mendapatkan kesan yang sangat baik.

“Fasilitas di Pelatnas Cipayung sangat bagus, jumlah atletnya juga banyak. Kami mengagumi pemusatan latihan di Indonesia, pantas saja kalau bulutangkis jadi olahraga paling populer di Indonesia. Melihat fasilitas seperti ini, wajar kalau Indonesia jadi negara kuat di bulutangkis,” ujar Imae.

“Fasilitas mungkin sama, tetapi di Jepang tidak ada pelatnas sepanjang tahun seperti di Indonesia. Dalam setahun, atlet-atletnya hanya beberapa kali saja berkumpul di pelatnas,” Imae mengakhiri.